banner 728x250

Proyek Revitalisasi SDN Kentarum Lama Senilai Ratusan Juta Kualitas Buruk, Kepsek Malah Menantang?

Oplus_131072
banner 120x600
banner 468x60

 

MUSI RAWAS – Pelaksanaan program pusat Revitalisasi Sekolah Tahun Anggaran 2025 di SDN Kentarum Lama kini berada di bawah “radar” publik. Proyek swakelola yang menelan anggaran fantastis hampir mencapai Rp700 juta tersebut diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan menyimpan segudang kejanggalan pada hasil fisiknya.

banner 325x300

 

Kualitas Fisik “Memprihatinkan”

Berdasarkan data yang dihimpun dari narasumber terpercaya, terdapat temuan krusial yang menunjukkan ketidaksesuaian antara pengerjaan di lapangan dengan spesifikasi teknis. Salah satu yang paling mencolok adalah kualitas pemasangan pintu rangka baja serta elemen bangunan lainnya yang dinilai jauh dari standar kelayakan.

 

“Anggarannya besar, hampir 700 juta rupiah. Seharusnya dibangun sebaik mungkin agar awet. Kalau melihat kondisinya sekarang, kami khawatir ini hanya jadi ajang mencari keuntungan pribadi dan tidak akan bertahan lama untuk kepentingan siswa,” ungkap narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Transparansi Anggaran yang “Gelap”

Tak hanya soal kualitas bangunan, proyek ini juga minim transparansi. Di lokasi pembangunan, akses informasi bagi masyarakat sangat terbatas, yang memicu kecurigaan adanya upaya penutupan informasi publik terkait pengelolaan uang negara.

 

Sikap Arogan Kepala Sekolah: “Silakan Laporkan!”

Alih-alih memberikan penjelasan teknis yang menyejukkan, Kepala SDN Pangkalan Tarum, Rina Fitriana, selaku pengelola anggaran swakelola, justru memberikan reaksi mengejutkan. Saat dikonfirmasi, ia terkesan menunjukkan sikap menantang terhadap kontrol sosial dan aparat penegak hukum (APH).

“Silakan pak, laporkan saja ke pihak yang berwenang dan instansi terkait. Saya siap menanggung semua perbuatan saya,” cetus Rina Melalui WhatsApp nya

 

Ia juga berdalih bahwa kegiatan tersebut sudah melalui pengawasan konsultan bernama Eko dan mengklaim telah diaudit oleh Inspektorat hingga pihak Kejaksaan. Namun, saat awak media mencoba mendalami hasil audit yang dimaksud, Rina justru mengeluarkan pernyataan sinis.

“Bapak kan orang pintar, ngapain nanya hasil audit orang,” ketusnya sambil mengelak dari pertanyaan wartawan.

Selain dari hal di atas kepsek SDN pangkalan tarum juga melakukan blok no WhatsApp hingga menjadikan sebuah pertanyaan besar tentang kegiatan tersbut

 

Bungkamnya Sang Pengawas

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Eko, selaku Konsultan Pengawas proyek tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban sedikitpun terkait bobroknya kualitas pengerjaan di SDN Kentarum Lama.

Kini, bola panas ada di tangan instansi terkait dan aparat penegak hukum. Publik menanti keberanian Inspektorat dan Kejaksaan untuk mengusut tuntas apakah benar anggaran ratusan juta tersebut telah digunakan sesuai peruntukannya, atau justru menguap demi keuntungan pribadi oknum tertentu.

Admin: Andika Saputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *