MUSI RAWAS, SUMATERA SELATAN — Proyek pembangunan jaringan irigasi di area persawahan Desa Sumbersari, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas diduga bermasalah. Pekerjaan yang dikelola secara swakelola oleh kelompok tani setempat ini disinyalir kuat mengabaikan prinsip transparansi publik serta dikerjakan asal-jalan yang berpotensi mengurangi volume bangunan
Berdasarkan pemantauan langsung awak media di lokasi pada Kamis (10/9/2026), tidak ditemukan papan informasi proyek di sekitar area pembangunan. Padahal, keberadaan papan nama merupakan kewajiban transparansi anggaran agar masyarakat dapat mengetahui sumber dana dan melakukan pengawasan.
Selain minim transparansi, pengerjaan fisik irigasi tersebut menuai sorotan tajam. Pemasangan batu gunung (batu pecah) terlihat tebal pada bagian atas, namun menguncup secara signifikan di bagian bawah. Pola pemasangan struktur yang janggal ini mengindikasikan adanya dugaan pengurangan volume material batu dan adukan semen yang berpotensi menurunkan daya tahan serta kualitas bangunan irigasi.
Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja di lokasi mengaku tidak tahu-menahu mengenai detail pekerjaan maupun anggaran yang digelontorkan.
”Saya hanya bekerja untuk pengelola, jadi tidak begitu paham teknis dan hal-hal lainnya,” ujar pekerja tersebut saat ditemui di lokasi pengerjaan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Desa Sumbersari guna meminta klarifikasi terkait transparansi anggaran serta indikasi ketidaksesuaian spesifikasi teknis tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan respons maupun tanggapan resmi.
Masyarakat setempat berharap dinas terkait dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Musi Rawas segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna mengusut tuntas dugaan penyimpangan pada proyek irigasi ini.
Admin : Andika Saputra


















