banner 728x250

Anggaran Rp 11,9 Miliar, Proyek Revitalisasi Gedung Rawat Inap RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 180; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 40;
banner 120x600
banner 468x60

LUBUKLINGGAU – Proyek revitalisasi Gedung Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Aisyah Kota Lubuklinggau yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 11.986.993.000 pada tahun anggaran 2025 kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, meski proyek yang dikerjakan oleh CV. Hady Karya tersebut telah dinyatakan selesai, kualitas hasil pekerjaan di lapangan justru terkesan ceroboh dan asal-asalan.

​Berdasarkan data yang dihimpun, megaproyek dengan masa kerja kilat—hanya 90 hari kalender—ini meliputi rehabilitasi sejumlah fasilitas vital, di antaranya:

banner 325x300
  • ​Gedung Rawat Inap Al Fath
  • ​Gedung Rawat Inap Al Mulk
  • ​Gedung Rawat Inap Al Amin
  • ​Gedung Rawat Inap Al Ikhlas
  • ​Gedung Rawat Inap At Athfal
  • ​Selasar Penghubung antar-gedung.

​Namun, di balik rampungnya pekerjaan fisik tersebut, kondisi riil di lapangan pasca-serah terima justru memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan terkait kualitas material dan profesionalisme pengerjaan

Pintu yang nampak miring sulit untuk di tutup dan keadaan jendela pintu terlihat sudah mulai rusak

​Temuan Lapangan: Dari Instalasi Amburadul hingga Pintu Rusak

​Berdasarkan hasil pantauan langsung di lokasi pada Selasa, 2 Juni 2026, ditemukan sejumlah kejanggalan fisik yang dinilai tidak sebanding dengan nilai kontrak yang mencapai belasan miliar rupiah tersebutBeberapa temuan mencolok di area rawat inap antara lain:

  1. Instalasi Listrik Semrawut & Membahayakan: Penataan kabel dan instalasi listrik terlihat tidak rapi dan terkesan dipasang seadanya. Bahkan, ditemukan colokan listrik yang tidak tertanam dengan benar ke dinding (menggantung), sehingga berpotensi memicu korsleting dan membahayakan keselamatan pasien maupun tenaga medis.
  2. Kualitas Pintu Buruk: Sejumlah pintu kamar rawat inap sudah tampak miring, tidak presisi, dan sangat sulit untuk ditutup maupun dibuka kembali.
  3. Fasilitas Elektronik Malfungsi: Beberapa alat elektronik pendukung, seperti mesin blower (penyedot/penyaring udara), kedapatan dalam kondisi mati total tidak berfungsi, serta dipasang dengan estetika yang sangat buruk (alakadarnya).
Terlihat blower juga di pasang dengan tidak kuat dan tidak hidup

​Anggaran Belasan Miliar Jadi Tanda Tanya Besar

​Selesainya proyek dalam waktu singkat (90 hari) tampaknya harus dibayar mahal dengan kualitas yang jauh dari standar kelayakan sebuah fasilitas kesehatan publik. Publik kini mulai mempertanyakan asas manfaat dan transparansi realisasi anggaran bernilai Rp 11,9 Miliar tersebut.

​”Sama-sama kita ketahui anggaran renovasi tahun 2025 lalu itu sangatlah besar. Lalu muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah hasil renovasi dengan kualitas amburadul seperti ini sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan perencanaan awal? Ataukah sengaja dikerjakan asal jadi demi mengejar target waktu semata?” ungkap salah satu analisis pengamat kebijakan publik setempat.

 

​Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau maupun pihak kontraktor dari CV. Hady Karya belum memberikan keterangan resmi terkait buruknya kualitas pengerjaan proyek revitalisasi gedung rawat inap tersebut.

Admin : Andika Saputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *