banner 728x250

Program Gigi Gratis Dipertanyakan, Pasien Keluhkan Mekanisme Pencabutan 11 Gigi di Puskesmas Megang

banner 120x600
banner 468x60

 

LUBUKLINGGAU — Program Linggau Juara yang salah satunya memberikan layanan pemasangan gigi gratis bagi masyarakat Kota Lubuklinggau mendapat sorotan. Sejumlah keluhan masyarakat mencuat terkait pelayanan dan mekanisme penanganan pasien di Puskesmas Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

banner 325x300

Keluhan tersebut tidak hanya menyangkut pelayanan kepada pasien yang datang untuk berobat, tetapi juga pelayanan terhadap masyarakat yang mengikuti program kesehatan yang digagas Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Kesehatan.

Salah seorang pasien berinisial M menceritakan pengalamannya saat mengikuti program pemasangan gigi gratis di Puskesmas Megang pada Kamis, 3 September 2026. Pasien tersebut datang berdasarkan undangan dari RT 04 Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, untuk mengikuti program Linggau Juara.

Ditemukan 11 Gigi Mengalami Kerusakan

Saat menjalani pemeriksaan, pasien terlebih dahulu diperiksa tekanan darah serta ditanya mengenai riwayat penyakit. Setelah itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi gigi pasien.

Dari hasil pemeriksaan, disebutkan terdapat 11 gigi yang mengalami kerusakan dan memerlukan tindakan pencabutan.

Menurut penjelasan dokter dan petugas Puskesmas Megang kepada pasien, kondisi tekanan darah dan riwayat penyakit harus diperhatikan sebelum dilakukan pencabutan gigi.

Pasien kemudian mendapatkan penjelasan bahwa pencabutan tidak dapat dilakukan sekaligus. Setelah tekanan darah dinyatakan memenuhi syarat, pencabutan dilakukan terhadap satu gigi terlebih dahulu. Selanjutnya, pasien disebut harus menunggu sekitar tiga bulan sebelum menjalani pemeriksaan kembali untuk tindakan pencabutan berikutnya.

Jika mekanisme tersebut diterapkan untuk seluruh 11 gigi, pasien memperkirakan proses pencabutan seluruh gigi yang bermasalah dapat berlangsung hingga sekitar 33 bulan, atau hampir tiga tahun, sebelum proses pemasangan gigi palsu dapat dilakukan.

Bagi pasien, rentang waktu tersebut dinilai terlalu panjang, terlebih program Linggau Juara pada prinsipnya diharapkan dapat memberikan kemudahan dan meringankan beban masyarakat.

Pasien Pertanyakan Efektivitas Program

Pasien juga mengaku mendapat penjelasan bahwa sebelum melanjutkan proses pemasangan gigi palsu, terdapat sejumlah persyaratan kesehatan yang harus dipenuhi.

Di antaranya, pasien harus membawa surat keterangan sehat dari dokter umum rumah sakit serta bukti rutinitas kontrol dari rumah sakit.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari pasien dan masyarakat: apakah mekanisme pelayanan tersebut sudah sesuai dengan tujuan utama Program Linggau Juara, khususnya dalam memberikan kemudahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat?

Pasien tidak mempersoalkan pentingnya pemeriksaan kesehatan maupun kehati-hatian dokter dalam melakukan tindakan medis. Namun, yang menjadi perhatian adalah jangka waktu pelayanan dan mekanisme yang harus dilalui masyarakat hingga benar-benar mendapatkan gigi palsu.

Menurut pasien, apabila seluruh proses membutuhkan waktu hingga puluhan bulan, maka masyarakat yang mengikuti program tersebut berpotensi harus menunggu sangat lama untuk memperoleh manfaat akhir dari program.

Bukan Hanya Soal Gigi, Keluhan Pelayanan Puskesmas Juga Disorot

Keluhan terhadap pelayanan Puskesmas Megang juga disebut bukan baru kali ini muncul.

Salah satu cerita yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan seorang pasien berinisial Y pada tahun 2024. Saat itu, Y disebut mengalami kondisi serius setelah mengalami kecelakaan dan mendatangi Puskesmas Megang dengan harapan mendapatkan surat rujukan untuk menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Kota Lubuklinggau.

Menurut cerita yang disampaikan keluarga pasien, proses mendapatkan surat rujukan ketika itu dinilai cukup sulit. Pasien disebut tidak dapat ditangani secara maksimal di Puskesmas Megang, sementara keluarga menginginkan pasien segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Keluarga pasien kemudian disebut menghubungi pihak kesehatan, hingga akhirnya surat rujukan dapat dikeluarkan oleh Puskesmas Megang.

Namun, cerita tersebut merupakan keterangan dari pihak masyarakat dan keluarga pasien yang masih perlu dikonfirmasi kepada pihak Puskesmas Megang maupun Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau.

Minta Wali Kota Evaluasi Pelayanan

Atas berbagai keluhan tersebut, pasien berinisial M berharap Wali Kota Lubuklinggau H. Rachmat Hidayat dapat memberikan perhatian dan melakukan evaluasi terhadap pelayanan di Puskesmas Megang.

M meminta agar masyarakat Kelurahan Megang maupun Kelurahan Ponorogo mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, ramah, transparan, serta tidak mempersulit masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.

“Yang kami harapkan bukan mencari kesalahan siapa pun. Kami hanya ingin program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau memang ada aturan medis yang harus dipenuhi, tentu kami memahami. Tetapi kami berharap ada solusi agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama,” demikian harapan pasien.

Masyarakat juga berharap Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai standar pelayanan Program Linggau Juara untuk pemasangan gigi, termasuk ketentuan jumlah gigi yang dapat dicabut dalam satu kali tindakan, jeda waktu antar-tindakan, persyaratan kesehatan, serta estimasi waktu hingga pasien mendapatkan gigi palsu.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui prosedurnya, tetapi juga memahami apakah mekanisme tersebut memang merupakan standar medis yang berlaku atau terdapat alternatif pelayanan lain yang dapat diberikan kepada peserta program.

Pertanyaan besarnya kini: jika sebuah program dibuat untuk meringankan masyarakat, apakah mekanisme pelayanannya juga sudah benar-benar memberikan kemudahan, kepastian, dan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan?

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Megang dan Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan tersebut. Konfirmasi dari pihak terkait penting untuk memperoleh penjelasan yang berimbang mengenai prosedur medis dan pelaksanaan Program Linggau Juara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *