banner 728x250

MUSANG BERBULU YAYASAN! Terbongkar Skenario Oknum HR yang Diduga “Menghisap” Dana Dapur BGN Musi Rawas

banner 120x600
banner 468x60

MUSI RAWAS – Program mulia Badan Gizi Nasional (BGN) yang seharusnya mengisi perut rakyat dengan gizi berkualitas, kini justru diduga menjadi ajang “bancakan” oknum tak bertanggung jawab. Aroma busuk praktik pungli dan pencatutan legalitas menyeruak di wilayah Musi Rawas, menyeret nama seorang oknum berinisial HR (Hariyanto) yang dituding mengangkangi aturan demi keuntungan pribadi.

 

banner 325x300

​Pungutan ‘Gila’ Rp1,8 Juta Per Hari: Modus Alibi Sewa Dapur!

​Bukan angka kaleng-kaleng, informasi yang berhasil dihimpun tim redaksi mengungkap fakta mengerikan. Oknum HR diduga kuat mematok setoran sebesar Rp1.800.000 (Satu Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) SETIAP HARI kepada setiap pengelola dapur mitra dengan dalih “Sewa Dapur”.

 

​Jika praktik ini benar adanya, bayangkan berapa ratus juta uang negara yang “menguap” ke kantong pribadi dalam sebulan? Program gizi yang dicanangkan pemerintah pusat kini terancam lumpuh akibat keserakahan oknum yang bermain di balik layar menggunakan alibi yang tak masuk akal.

 

​Yayasan Jaya Setia Bakti Merasa ‘Dikhianati’

​Skandal ini bermula saat HR meminjam legalitas Yayasan Jaya Setia Bakti pada Juli lalu untuk mendaftarkan diri sebagai mitra BGN. Namun, alih-alih bekerja sama secara profesional, HR justru bertindak bak “penguasa tunggal” yang kebal hukum.

 

​Janji Palsu: Awalnya menjanjikan insentif Rp200 per Penerima Manfaat (PM), namun tiba-tiba dipangkas sepihak menjadi hanya Rp50.

​Tanpa Status Resmi: Nama HR ternyata TIDAK TERDAFTAR dalam akta notaris yayasan dan tidak memiliki Surat Keputusan (SK) resmi sebagai Liaison Officer (LO).

​Monev Lumpuh: Karena ulah HR yang menutup akses informasi, pihak yayasan mengaku “buta” terhadap operasional di 5 dapur mitra yang mencatut nama mereka.

​”Kami tolak keras! Angka itu (Rp50) tidak masuk akal dan menghina kesepakatan awal. Risiko hukum dan tanggung jawab operasional yayasan sangat besar, sementara dia yang bermain!” tegas Joko, Sekretaris Yayasan dengan nada geram.

 

 

​Daftar Dapur yang Terjepit ‘Cengkeraman’ HR

​Hingga saat ini, tercatat ada lima dapur yang berada di bawah bayang-bayang legalitas yayasan yang dicatut, namun dikendalikan penuh secara tidak transparan oleh HR:

 

​Dapur Sumberharta “Harapan Ibu” (Mitra: Sis)

​Dapur STL Ulu Terawas “Haza Al Zain” (Mitra: Akhmad Syukur)

​Dapur Tugumulyo “Gama” (Mitra: Suyatno)

​Dapur Mandi Aur (Mitra: Suparjo)

​Satu Dapur Misterius yang lokasinya sengaja ditutup rapat oleh HR dari pengawasan pihak yayasan.

​Dalih HR: “Belum Narik Dana”

​Saat dikonfirmasi, HR tampak berkelit dengan berbagai argumen. Meski mengakui menggunakan legalitas Yayasan Jaya Setia Bakti, ia membantah besaran kesepakatan awal dan berdalih belum ada penarikan dana sehingga belum ada hitungan resmi.

 

​”Ya memang memakai yayasan tersebut, tapi sampai saat ini kan belum ada hitungan karena belum narik (dana),” kilahnya saat diwawancarai.

 

​Bahkan, dengan nada defensif, HR menyayangkan sikap yayasan yang membeberkan persoalan ini ke media. Ia mengaku tengah dalam proses perpindahan ke yayasan lain. “Seharusnya tidak keluar seperti ini ke media, nanti akan kami hitungkan semua kalau sudah pindah yayasan,” ketusnya singkat.

 

​Bola Panas di Tangan Aparat

​Kini publik menunggu keberanian Badan Gizi Nasional (BGN) dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aliran dana “siluman” berkedok sewa dapur tersebut. Mengapa oknum tanpa SK resmi bisa menguasai akses vital program pemerintah?

 

Admin : Andika Saputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *