PALEMBANG – Gedung wakil rakyat Sumatera Selatan mendadak diguncang prahara hebat. Bukan soal kebijakan publik, melainkan dugaan skandal “relasi gelap” yang menyeret oknum legislator Fraksi Gerindra berinisial RN. Ironisnya, nama RN mencuat di tengah pusaran kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumsel Babel (BSB) Martapura yang sedang diusut tuntas.
Jejak Digital: Chat Mesra “You Can Trust Me”
Tabir gelap ini mulai tersingkap saat penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel membedah isi telepon genggam milik salah satu tersangka korupsi. Bak petir di siang bolong, penyidik justru menemukan riwayat komunikasi yang jauh dari kesan formal.
Sumber internal mengungkapkan adanya percakapan intens bernuansa romantis dengan panggilan sayang “Ayah” dan “Bunda”. Kalimat manis seperti “you can trust me” hingga deretan rekaman video call pribadi kini menjadi barang bukti digital yang memojokkan posisi sang wakil rakyat dari Dapil 8 (Lubuklinggau, Musi Rawas, Muratara) tersebut.
Bukan Sekadar Cinta, Diduga Ada “Upeti” Rahasia
Dugaan skandal ini kian memanas karena tidak berhenti pada urusan hati. Tersangka korupsi tersebut disinyalir menjadi “penyokong dana” bagi kebutuhan pribadi RN.
Modus yang digunakan pun cukup lihai untuk mengaburkan jejak:
Tanpa Transfer Langsung: Uang diduga tidak dikirim antar rekening untuk menghindari pantauan otoritas keuangan.
Tangan Ketiga: Aliran dana disebut-sebut melalui perantara atau diberikan secara tunai (cash) setiap kali ada permintaan.
Integritas Gerindra & Marwah DPRD di Titik Nadir
Koordinator LSM PEKO Silampari, Andi Lala, bereaksi keras atas temuan ini. Menurutnya, ini bukan lagi sekadar masalah moralitas pribadi, melainkan ancaman terhadap integritas pejabat publik.
”Jangan sampai simbol pengawasan rakyat (DPRD) justru menjadi tempat bernaungnya oknum yang ‘bermain mata’ dengan koruptor. Ini mencederai kepercayaan rakyat!” tegas Andi Lala.
Secara aturan internal, Partai Gerindra dikenal sangat ketat soal disiplin dan moralitas kader. Jika terbukti, RN tidak hanya terancam sanksi etik dari Badan Kehormatan DPRD, tetapi juga pemecatan dari partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.
DPD Gerindra Bungkam, Bola Panas Terus Bergulir
Hingga berita ini diturunkan, suasana di internal DPD Gerindra Sumsel tampak mencekam. Belum ada pernyataan resmi dari pimpinan wilayah terkait nasib RN. Upaya konfirmasi melalui telepon maupun pesan singkat kepada RN pun menemui jalan buntu—hanya ada keheningan di ujung telepon.
Publik kini menanti: Apakah Gerindra akan bertindak tegas mencuci piring kotor ini, atau membiarkan skandal “Ayah-Bunda” ini menjadi noda permanen bagi partai di Sumatera Selatan?
Admin : Andika Saputra


















