banner 728x250

Menjelang Lebaran, Proyek Tampal Sulam Jalan di Lubuklinggau Mulai Rusak Lagi

banner 120x600
banner 468x60

LUBUKLINGGAU – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus berpacu dengan waktu melakukan perbaikan jalan. Kegiatan “tampal sulam” dilakukan di berbagai titik strategis guna memastikan kelancaran arus mudik dan mobilitas warga. Namun, kualitas pengerjaan proyek ini mulai menuai sorotan.

​Penjelasan Pengawas Lapangan

​Pada Selasa (17/03/2026), Bayu, seorang pengawas dari Dinas PU Kota Lubuklinggau yang ditemui di lokasi pengerjaan, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menutup lubang-lubang jalan yang dianggap membahayakan.

​”Pekerjaan ini namanya tampal sulam. Kami mencari jalan-jalan yang berlubang, diukur, di-jack (dikerok), kemudian dibersihkan dari air, lalu dikeringkan. Material yang digunakan adalah batu satu-satu dan abu batu dengan ketebalan menyesuaikan aspal lama,” ujar Bayu.

banner 325x300

​Saat ditanya mengenai ketahanan hasil perbaikan tersebut, ia mengaku tidak bisa menjamin. “Kalau mengenai berapa lama ketahanan tampal sulam ini, saya tidak tahu. Kalau rusak, ya ditampal lagi,” tambahnya.

​Keluhan Warga: “Balek Hari”

​Kualitas pengerjaan ini dikritik keras oleh warga setempat. Jep, warga Jalan Dayang Torek, Kelurahan Pelita Jaya, merasa pesimis dengan perbaikan yang dilakukan tepat di depan rumahnya tersebut.

​”Kalau kerjaan seperti ini, Pak, sepertinya ‘balek hari’ (cepat rusak kembali). Tidak akan bertahan lama kalau cara pengerjaannya seperti ini,” keluh Jep saat dimintai komentar.

 

​Temuan di Lapangan

​Berdasarkan pantauan awak media di lapangan pada hari yang sama, ditemukan beberapa titik jalan yang baru saja selesai diperbaiki namun kondisinya sudah mulai memprihatinkan. Aspal yang baru ditampal diduga dikerjakan asal-asalan karena mulai terkelupas dan terlihat tidak rapi.

​Beberapa titik aspal tampak tidak menyatu sempurna dengan permukaan jalan lama, sehingga muncul dugaan bahwa material aspal yang digunakan tidak memiliki daya rekat yang baik atau proses pengeringan yang tidak maksimal.

Berita : Mahmud al Jupri

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *