banner 728x250

SKANDAL BUNGKAM BELASAN MILIAR! Revitalisasi RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau Disorot Tajam

banner 120x600
banner 468x60

Informasijitu.com_

Lubuklinggau, 13 November 2025 – Proyek Revitalisasi Gedung Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Aisyah Lubuklinggau kembali memanas. Setelah mencuatnya pemberitaan dari informasijitu.com mengenai keraguan terhadap progres dan kualitas pengerjaan, kini sorotan tajam mengarah pada sikap Dirut RSUD Siti Aisyah yang terkesan bungkam, padahal proyek ini bernilai fantastis, mencapai Rp. 11.986.993.000,-.

banner 325x300

Pekerjaan yang meliputi Rehab Gedung Rawat Inap Al Fath, Al Mulk, Al Amin, Al Ikhlas, At Athfal, dan Selasar Penghubung oleh CV. Hady Karya ini ditargetkan selesai dalam waktu singkat, 90 Hari Kalender. Namun, di tengah tenggat waktu yang ketat, keraguan publik justru semakin memuncak.

 

Kontras yang Mencolok: Harapan Gubernur vs. Realita Kebungkamam

Situasi ini menjadi kontras yang sangat mencolok. Belum lama ini, pada 17 Oktober 2025, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Walikota Lubuklinggau H. Rachmat Hidayat diketahui telah meninjau langsung proyek ini. Dalam kunjungannya, Gubernur menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang memadai, dan proyek ini diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2025 untuk mendukung peningkatan pelayanan, khususnya penyediaan kamar rawat inap standar.

Namun, harapan tinggi pimpinan daerah ini seolah dipertanyakan oleh sikap manajemen RSUD Siti Aisyah sendiri. Meskipun tercatat sebagai penanggung jawab dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ditandatangani oleh dr. Ravico Dwi Siregar, Dirut RSUD Siti Aisyah, upaya konfirmasi media melalui WhatsApp terkait isu kualitas dan progres pengerjaan proyek diabaikan mentah-mentah.

“Dokumen jelas menyebutkan kegiatan ini ditanggung jawab oleh pihak RS Siti Aisyah dengan dr. Ravico Dwi Siregar sebagai KPA. Namun, ketika media ingin menindaklanjuti keraguan publik soal kualitas proyek belasan miliar ini, beliau memilih bungkam. Ini mencederai semangat transparansi yang diharapkan oleh pimpinan daerah,” ungkap awak media yang mencoba konfirmasi.

 

Tuntutan Audit dan Transparansi Anggaran

Proyek yang bertujuan menghasilkan fasilitas kesehatan modern dan efisien ini juga terikat kewajiban menggunakan produksi dalam negeri minimal 40%. Sikap tertutup Dirut RSUD Siti Aisyah hanya akan memperkuat dugaan adanya masalah serius dalam progres atau kualitas pekerjaan di lapangan, jauh dari harapan bahwa revitalisasi ini akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Lubuklinggau.

Publik kini menuntut transparansi penuh dari Dinas Kesehatan dan RSUD Siti Aisyah, serta mendesak adanya audit ketat terhadap penggunaan anggaran Rp. 11.986.993.000,- dan hasil pengerjaan CV. Hady Karya. Kebungkamam adalah sebuah kemunduran dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang unggul dan bermutu.

Admin : Andika Saputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *