LUBUKLINGGAU – Wali Kota Lubuklinggau, H. Rahmat Hidayat, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas. Hal ini disampaikan dalam suasana hangat namun penuh ketegasan pada acara Coffee Morning yang digelar di Pendopoan Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (10/02).
Dalam arahannya, H. Rahmat Hidayat menekankan bahwa transparansi anggaran bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap instansi di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Ia menginstruksikan agar tidak ada lagi “sistem ketertutupan” dalam pengelolaan keuangan negara.
“Saya minta seluruh OPD terbuka. Masyarakat harus tahu apa yang kita kerjakan. Jangan ada yang ditutup-tupi, terutama mengenai penggunaan anggaran. Kita bekerja untuk rakyat, maka pertanggungjawabannya pun harus jelas,” ujar Wali Kota di hadapan para pejabat eselon.
Komitmen Anti-Kegiatan Fiktif
Selain masalah transparansi, Wali Kota yang akrab disapa Kak Yopi Karim, ini juga memberikan peringatan keras terkait pelaksanaan program di lapangan. Beliau menjamin dan memastikan bahwa di bawah kepemimpinannya, seluruh kegiatan pembangunan maupun pelayanan publik di wilayah Kota Lubuklinggau harus terealisasi secara fisik dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
Poin-poin utama yang ditekankan Wali Kota meliputi:
Zero Tolerance untuk Proyek Fiktif: Memastikan setiap rupiah yang keluar dari APBD memiliki wujud kegiatan yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Penguatan Pengawasan Internal: Meminta Inspektorat untuk lebih proaktif dalam mengawal setiap tahapan kegiatan di masing-masing OPD.
Akses Informasi Publik: Mendorong OPD untuk memanfaatkan platform digital guna mempublikasikan progres kerja agar mudah diakses oleh masyarakat luas.
Membangun Kepercayaan Masyarakat
Langkah progresif ini diapresiasi sebagai terobosan luar biasa dalam menciptakan iklim birokrasi yang sehat. Menurut H. Rahmad Hidayat, integritas adalah modal utama untuk membangun kepercayaan masyarakat (public trust).
“Kita ingin Lubuklinggau menjadi contoh kota dengan administrasi yang rapi dan bersih. Jika ada kegiatan yang fiktif atau anggaran yang diselewengkan, itu adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Saya pastikan hal itu tidak boleh terjadi di sini,” tegasnya menutup arahan.
Acara Coffee Morning ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jajaran Pemkot Lubuklinggau untuk menyamakan visi dalam mempercepat pembangunan kota yang lebih maju dan bermartabat.
Admin : Andika Saputra


















