PALI – Prinsip keadilan dalam pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini berada di titik nadir. Sebuah fenomena janggal menyeruak ke permukaan, menyeret nama CV Kita Lestari yang diduga kuat telah memonopoli puluhan proyek di Dinas Perikanan PALI. Tak tanggung-tanggung, perusahaan ini sukses menyapu bersih sedikitnya 36 paket pengadaan hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Dominasi Tanpa Lawan: Kebetulan atau Pengkondisian?
Keberhasilan CV Kita Lestari memenangkan puluhan tender secara beruntun memicu kecurigaan publik terkait adanya “main mata” di balik layar. Pertanyaan besar pun muncul: Bagaimana mungkin satu bendera perusahaan begitu perkasa mendominasi lapangan, seolah menutup pintu bagi pelaku usaha lain untuk bersaing secara sehat?
Akuntabilitas dan transparansi Pemkab PALI kini dipertanyakan. Publik mencium aroma pengkondisian yang sistematis, di mana prinsip efisiensi dan pemerataan kesempatan kerja bagi pengusaha lokal seolah sengaja “dikandangkan” demi memuluskan langkah satu pemain tunggal.
Miliaran Rupiah Habis untuk “Camilan”
Bukan hanya soal dominasi, urgensi dari paket-paket yang dimenangkan pun dinilai sangat menggelitik nalar publik. Di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan nelayan yang nyata, anggaran justru “terbakar” untuk pengadaan produk olahan makanan dengan angka yang fantastis dan tidak masuk akal bagi masyarakat kecil.
Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran yang terserap melalui CV Kita Lestari meliputi: Pempek Kapal Selam: Rp390 Juta Kerupuk Ikan: Rp468 Juta Otak-Otak: Rp1,534 Miliar
Total miliaran rupiah uang rakyat tersebut dialokasikan hanya untuk pengadaan makanan olahan. Publik pun bertanya-tanya: Apa urgensi dari tumpukan otak-otak senilai 1,5 miliar tersebut bagi kesejahteraan jangka panjang warga PALI
Namun sampai saat ini pihak dinas perkim Pali belum ada informasi ataupun keterangan karena sulit nya untuk melakukan konfirmasi ,karena saat awak media mendatangi kantor perikanan ,Ali Sadikin Pali namun hanya mendapatkan jawaban ” bapak lagi keluar entah rapat entah kemana ” ungkap salah satu stab
Admin ; Andika Saputra
















