banner 728x250
BERITA  

Proyek Pengaspalan di Siring Agung Dikebut, Plang Informasi “Gaib” dan Kualitas Fisik Dipertanyakan

banner 120x600
banner 468x60

LUBUKLINGGAU – Pengerjaan proyek pengaspalan jalan di Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, saat ini tengah dikebut pengerjaannya. Namun, proyek tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat lantaran tidak adanya transparansi mengenai sumber dana dan teknis pengerjaan.

Minim Transparansi, Papan Proyek Tak Ditemukan

Berdasarkan hasil pantauan awak media di lapangan pada Kamis (5/2/2026), tidak ditemukan adanya papan informasi proyek di sekitar lokasi kegiatan. Hal ini dinilai melanggar aturan keterbukaan informasi publik, di mana setiap proyek yang menggunakan uang negara—baik dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kota—wajib memasang papan informasi sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

banner 325x300

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti siapa kontraktor pelaksana maupun total anggaran yang dikucurkan untuk pengaspalan jalan tersebut.

Kualitas Fisik Jalan Dinilai Janggal

Bukan hanya soal transparansi, kualitas fisik pekerjaan juga menjadi sorotan. Di beberapa titik ruas jalan, ditemukan kondisi aspal yang sangat mencolok kejanggalannya:

  • Ketebalan Tidak Merata: Terdapat perbedaan signifikan di mana sebagian sisi jalan terlihat tebal, sementara di sisi lain sangat tipis.

  • Indikasi Kerusakan Dini: Beberapa bagian aspal tampak mulai terkelupas meski pengerjaan baru saja dilakukan.

  • Dugaan Kurang Pengawasan: Kondisi fisik yang tidak seragam ini memicu spekulasi terkait lemahnya pengawasan dari dinas terkait saat proses penggelaran aspal berlangsung.

“Seharusnya kalau pakai uang rakyat, semuanya jelas. Berapa anggarannya dan siapa yang mengerjakan. Kalau tipis begini, kita khawatir jalannya tidak akan bertahan lama,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Menunggu Respons Dinas Terkait

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai fungsi pengawasan dari instansi pemerintah yang bertanggung jawab. Masyarakat berharap pihak terkait segera turun ke lapangan untuk mengecek kualitas pengerjaan sebelum dilakukan serah terima hasil pekerjaan (PHO).

Transparansi adalah kunci agar pembangunan di Kota Lubuklinggau benar-benar dirasakan manfaatnya secara jangka panjang oleh masyarakat, bukan sekadar proyek “kejar tayang” tanpa kualitas yang mumpuni.

Berita : Mahmud Al Jupri


banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *