LUBUKLINGGAU – Publik kembali dipertontonkan drama infrastruktur yang memilukan. Belum genap hitungan bulan sejak selesai dikerjakan, proyek jalan di Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, kini kondisinya babak belur bak medan perang.
Hasil investigasi lapangan pada Jumat (6/2/2026) mengungkap fakta mengejutkan: aspal yang seharusnya mulus kini sudah terkelupas, amblas, hingga menyisakan lubang menganga yang siap memakan korban.
Kekecewaan Warga Memuncak
Darli dan Untung, warga setempat yang ditemui di lokasi, tidak mampu menyembunyikan rasa dongkolnya. Mereka seolah tak percaya, proyek yang baru seumur jagung itu sudah kehilangan fungsinya.
“Kami sangat kecewa! Proyek ini baru selesai akhir tahun kemarin, tapi lihat sekarang, awal tahun sudah hancur lebur. Ini jalan atau kerupuk?” ketus warga dengan nada tinggi.
Siapa yang Bertanggung Jawab? Muncul spekulasi liar di tengah masyarakat terkait penyebab bobroknya kualitas jalan ini:
Kualitas “Asal Jadi”: Diduga kuat pengerjaan dilakukan terburu-buru demi mengejar tenggat akhir tahun tanpa memperhatikan standar mutu (asal bapak senang).
Dihantam Armada Berat: Keberadaan dump truck pengangkut batu untuk proyek bronjong sungai di area tersebut dituding menjadi “eksekutor” penghancur aspal yang diduga tipis tersebut.
Komitmen Pemerintah Dipertanyakan
Masyarakat kini menuntut pertanggungjawaban dari dinas terkait dan pihak kontraktor. Apakah ini murni karena beban kendaraan, atau memang ada indikasi permainan kualitas material demi meraup keuntungan pribadi?
Jika jalan yang baru dibangun saja sudah hancur, maka patut dipertanyakan: ke mana larinya pengawasan selama proses pengerjaan? Rakyat Lubuklinggau butuh solusi, bukan sekadar aspal “poles” yang hanya indah saat serah terima jabatan!
Berita : Mahmud Al Jupri


















