MURATARA – Publik Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendadak gempar. Jagat maya dan obrolan warung kopi kini diramaikan oleh kabar miring yang menyeret nama salah satu oknum Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muratara. Bukan soal prestasi, sang pejabat justru diterpa isu perselingkuhan yang mencoreng citra korps abdi negara.
Bukti Chat Berdarah-darah di Media Sosial
Isu aroma perselingkuhan ini mencuat bak api yang menyambar bensin. Informasi yang dihimpun menyebutkan oknum pejabat tersebut diduga menjalin hubungan gelap dengan seorang wanita yang bukan pasangan sahnya.
Tak sekadar desas-desus, dugaan ini diperkuat dengan beredarnya sejumlah tangkapan layar (screenshot) percakapan mesra yang diduga dilakukan oleh sang pejabat. Sontak, bukti digital ini menjadi “bola liar” yang memicu kemarahan sekaligus kekecewaan masyarakat.
Kritik Pedas: “Merusak Marwah Muratara!”
Kabar memalukan ini memantik reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Alam Budi Kusuma. Dengan nada geram, ia menegaskan bahwa perilaku amoral di lingkungan birokrasi tidak bisa ditoleransi.
“Kalau benar, ini jelas merusak marwah Pemkab Muratara yang memiliki jargon Muratara Berhidayah Iluk. Ini bukan sekadar urusan pribadi, tapi pelanggaran etika berat!” tegas Alam Budi Kusuma, Kamis (05/02/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah harga mati yang tidak boleh digadaikan oleh syahwat sesaat oknum pejabat.
“Kepercayaan publik itu mahal. Jangan sampai rusak hanya karena ulah satu oknum. Kami mendesak yang bersangkutan segera muncul dan memberikan klarifikasi terbuka. Jangan bersembunyi!” pungkasnya.
Kepala Dinas “Mendadak Hilang”, Telepon Mati
Hingga berita ini diturunkan, oknum Kepala Dinas yang menjadi sorotan utama seolah “ditelan bumi”. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media tidak membuahkan hasil. Kantor dinas yang bersangkutan tampak sepi dari kehadirannya, dan nomor telepon selulernya dalam keadaan tidak aktif.
Sikap bungkam sang pejabat justru semakin memperkeruh suasana dan memicu spekulasi liar di tengah masyarakat yang menuntut transparansi dan sanksi tegas jika terbukti bersalah.
Suber berita: Silamparipers.co.id
Admin : Andika Saputra


















