MURATARA – Pengelolaan anggaran di Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Tahun Anggaran 2025 kini berada di bawah “radar” publik. Proyek pengadaan bawang merah dengan nilai pagu mencapai Rp700.000.000 disinyalir menyimpan kejanggalan yang memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan realisasinya di lapangan.
Anggaran “Pedas”, Kualitas Dipertanyakan
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek yang bersumber dari APBD 2025 ini menargetkan pengadaan sebanyak 10.000 kilogram bawang merah. Jika dikalkulasikan secara kasar, harga per kilogram bawang merah dalam proyek ini menyentuh angka Rp70.000.
Angka tersebut dinilai jauh di atas harga pasar rata-rata, bahkan untuk spesifikasi “berkualitas” sekalipun. Hal ini memicu spekulasi adanya penggelembungan harga (mark-up) yang berpotensi merugikan keuangan daerah.
Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan masyarakat antara lain:
Ketidaksesuaian Harga: Selisih mencolok antara pagu anggaran dengan harga eceran tertinggi di pasaran.
Realisasi Volume: Keraguan publik apakah total 10 ton bawang merah tersebut benar-benar sampai ke tangan penerima manfaat secara utuh.
Kualitas Barang: Meski dalam dokumen tertulis “berkualitas”, fakta di lapangan diduga menunjukkan kondisi yang berbeda.
Dugaan Ajang Korupsi
Ketimpangan antara besarnya anggaran dengan output yang dihasilkan memperkuat dugaan bahwa program ini hanya dijadikan “bancakan” atau ajang korupsi oleh oknum tertentu. Aktivis dan masyarakat setempat mulai menyuarakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap proyek ini.
“Angka 700 juta untuk 10 ton itu sangat fantastis. Kita patut mempertanyakan ke mana larinya sisa anggaran jika kualitas di lapangan tidak sesuai dengan label ‘premium’ yang dijanjikan,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Belum dapat informasi
Upaya konfirmasi telah dilakukan untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas Utara. Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pertanian Muratara belum dapat dihubungi dan terkesan enggan memberikan penjelasan terkait carut-marut pengadaan bawang merah tersebut.
Publik kini menanti keberanian pemerintah daerah dan instansi terkait untuk membuka kotak pandora proyek ini secara transparan, sebelum mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan APBD Muratara.
Admin : Andika Saputra


















